Tulisan ini merupakan kelanjutan tulisan saya sebelumnya. Dalam bagian ini saya akan menjelaskan bagaimana cara memberi warna background untuk setiap elemen atau container. Mengetahui bagaimana cara memberi warna pada background tentu sangat penting jika kita ingin membuat template sendiri. Seperti dalam tulisan sebelumnya kali ini kita juga akan menggunakan template bawaan dari blogger, yaitu minima.
Untuk menambahkan warna background cukup tambahkan properties background pada kode CSS elemen. Misalnya anda ingin merubah warna background elemen header-wrapper. Kode CSS untuk elemen header-wrapper dari template minima adalah seperti ini:
#header-wrapper {
width:660px;
margin:0 auto 10px;
border:1px solid $bordercolor;
}
Sekarang anda tambahkan properties background pada kode kode CSS tersebut, menjadi:
#header-wrapper {
width:660px;
margin:0 auto 10px;
background: yellow;
border:1px solid $bordercolor;
}
Untuk warna sendiri anda bisa menuliskan nama warna. Ada 17 warna yang dianggap valid yaitu aqua, black, blue, fuchsia, gray, green, lime, maroon, navy, olive, orange, purple, red, silver, teal, white, dan yellow.
Atau dengan menggunakan kode warna hexadecimal. Hexadecimal adalah sebuah system panamaan warna berdasarkan angka dan huruf. Hexadecimal memiliki 16 digit dimulai dari 0 sampai f
Untuk menggunakan kode hexadecimal anda harus menambahkan tanda “#” sebelum kode hexadecimal. Misalnya #ffffff adalah kode untuk warna putih, #000000 adalah kode untuk warna hitam. Sehingga penulisannya menjadi
background: #000000;
Banyak situs yang menyediakan kode kode warna hexadecimal, silahkan anda mencari sendiri lalu berlatihlah mengutak atik warna background untuk elemen lainnya.
Selain dengan memberi warna anda juga bisa menggunakan gambar pada background. Biasanya untuk header, tetapi elemen lain juga bisa. Untuk menggunakan gambar pada background yang perlu dipersiapkan adalah:
Gambar, tentu saja. Anda bisa menggunakan program picture editor semacam adobe photoshop dll
Dalam membuat gambar yang perlu diperhatikan adalah ukurannya. Buatlah gambar yang sesuai dengan ukuran elemen dimana gambar tersebut akan anda pasang sebagai background.
Setelah memiliki gambar yang perlu anda lakukan adalah mengaploadnya di sebuah image hosting seperti photobucket, imageshack dll. Jika belum memiliki akun di image hosting tersebut daftar aja gratis kok. Setelah diupload anda copy link untuk gambar anda. Ambil yang dari direct link
Misalnya saya mempunyai gambar seperti dibawah ini
Saya membuat ukuran lebar gambar tersebut sebesar 660 pixel sesuai dengan ukuran lebar elemen header-wrapper. Kemudian saya juga telah menguploadnya di imageshack lalu saya ambil kode untuk direct linknya, yaitu
http://img7.imageshack.us/img7/7247/soccershoot.jpg
Sekarang kita telah mempunyai gambar untuk header tinggal memasangnya aja. Untuk memasangnya kita cari kode CSS untuk elemen header-wrapper, kodenya seperti ini
#header-wrapper {
width:660px;
margin:0 auto 10px;
background: yellow;
border:1px solid $bordercolor;
}
Berdasarkan kode CSS diatas elemen header-wrapper telah mempunyai background yang berwarna kuning, seperti yang telah kita tambahkan pada bagian sebelumnya. Untuk menambahkan gambar maka kita rubah kodenya seperti ini
#header-wrapper {
width:660px;
margin:0 auto 10px;
background: #000000 url(http://img7.imageshack.us/img7/7247/soccershoot.jpg)no-repeat top left;
border:1px solid $bordercolor;
}
Saya merubah warna backgroundnya menjadi hitam (#000000). Kode no-repeat artinya gambar hanya ditampilkan satu kali saja dan kode top left berarti posisi gambar berada diatas kiri didalam elemen header-wrapper. Simpan perubahan dan lihat hasilnya. Elemen header-wrapper telah mempunyai background berupa gambar. Bagaimana mudah bukan?. Hal yang sama juga bisa diterapkan untuk semua elemen. Ingat gambar untuk background hendaknya mempunyai ukuran yang sama dengan ukuran elemen, terutama lebarnya.
07 March, 2009
Memodifikasi Template Blogger : Background
05 March, 2009
Memodifikasi Template Blogger : Merubah Ukuran
Bosan dengan template blog yang itu itu aja. Atau anda tidak menemukan template blog yang sesuai dengan keinginan anda sehingga anda ingin membuat template blog sendiri? Membuat template blog sendiri memiliki kelebihan daripada anda memakai template yang sudah ada. Dengan membuat template blog sendiri anda bisa mendesain sesuai dengan kebutuhan, keinginan dan tentu selera anda sendiri. Lalu bagaimana cara termudah membuat template blog sendiri? Sebenarnya cara termudah membuat template blog sendiri adalah dengan memodifikasi template blog yang sudah ada. Anda bisa menggunakan template bawaan dari blogger lalu memodifikasinya sesuai dengan keinginan anda.
Melalui tulisan ini saya mencoba sedikit menjelaskan bagaimana membuat template sendiri dengan memodifikasi template blog bawaan blogger, yaitu minima. Bagian ini saya akan menjelaskan cara merubah ukuran elemen-elemen template minima.
OK kita langsung saja mengambil template minima dari blogger. Pertama masuk ke akun blogger anda, saya asumsikan anda sudah mempunyai akun di blogger. lalu klik layout atau tata letak.
Lalu klik pilih template baru
Setelah itu pilihlah template minima
Jika sudah lalu simpan template dan klik edit HTML maka anda akan dibawa ke halaman yang berisi deretan kode kode HTML
Layout template minima sendiri adalah seperti gambar dibawah ini. Untuk kemudahan saya telah mengganti warna dari elemen-elemen template minima
- Area yang berwarna putih (area terluar) adalah elemen body
- Area yang berwarna coklat adalah elemen outer-wrapper
- Area yang berwarna kuning adalah elemen header-wrapper
- Area yang berwarna hijau adalah elemen main-wrapper
- Area yang berwarna biru adalah elemen sidebar-wrapper
- Area yang berwarna coklat muda adalah elemen footer
Elemen body adalah elemen yang terluar lalu diikuti oleh outer-wrapper lalu header wrapper, main wrapper , sidebar-wrapper dan footer-wrapper. Elemen body sebagai elemen yang terluar membungkus semua elemen lainnya. Elemen outer-wrapper membungkus elemen header-wrapper, main-wrapper, sidebar-wrapper, dan footer. Mengapa kita perlu memahami struktur elemen-elemen tersebut adalah karena jika kita ingin memodifikasi ukuran sebuah elemen, terutama untuk lebar, kita juga harus memperhatikan ukuran elemen yang membungkusnya. Misalnya jika kita ingin menambah ukuran lebar elemen header-wrapper maka kita harus memperhatikan ukuran elemen yang membungkusnya yaitu elemen outer-wrapper. Bingung?? Tenang aja sekarang mari kita berlatih memodifikasi ukuran elemen template.
Ukuran template bisa kita atur melalui kode kode CSS. Template minima mempunyai ukuran lebar 660px. Ini bisa kita lihat dari ukuran width di elemen outer-wrapper, header-wrapper, dan footer-wrapper. Cari kode seperti dibawah ini :
#outer-wrapper {
width: 660px;
margin:0 auto;
padding:10px;
text-align:$startSide;
font: $bodyfont;
}
#header-wrapper {
width:660px;
margin:0 auto 10px;
border:1px solid $bordercolor;
}
#footer {
width:660px;
clear:both;
margin:0 auto;
padding-top:15px;
line-height: 1.6em;
text-transform:uppercase;
letter-spacing:.1em;
text-align: center;
}
Kode yang berwarna merah menunjukkan lebar template minima.Biasanya ukuran di atur berdasarkan pixel. Jika anda ingin merubah ukuran lebar template anda maka yang perlu dirubah adalah nilai dari properties width. Misalnya kita akan menambah lebar template kita menjadi 800 pixel, maka kita tinggal merubah aja nilai width dari elemen outer-wrapper, header-wrapper, dan footer menjadi 800px. Silahkan anda mencoba dan lihat hasilnya.
Selain properties width yang perlu diperhatikan dalam mengatur ukuran template adalah properties margin dan padding.
Margin adalah jarak antara sebuah elemen dengan elemen diluarnya sedangkan padding adalah jarak antara sebuah elemen dengan elemen yang berada didalamnya atau yang dibungkus olehnya. Misalnya dalam elemen outer-wrapper
#outer-wrapper {
width: 660px;
margin:0 auto;
padding:10px;
margin: 0 auto berarti jarak antara elemen outer-wrapper dengan elemen diluarnya yaitu elemen body 0px tetapi karena ada panambahan auto maka elemen outer-wrapper akan berada ditengah. Sedangkan padding sebesar 10 pixel berarti jarak antara elemen auter-wrapper dengan elemen yang berada didalamnya, yaitu header-wrapper, main-wrapper, sidebar-wrapper, dan footer, sebesar 10 pixel. Ada ketentuan dalam penulisan margin dan padding. Anda bisa menentukan secara terpisah nilai margin dan padding untuk semua sisi atau ditulis secara bersama sama.
Penulisan secara terpisah, misalnya contohnya:
#outer-wrapper{
Margin-top: 10px;
Margin-right: 10px;
Margin-bottom: 10px;
Margin-left: 10px;
}
Atau anda bisa menuliskannya hanya dengan:
#outer-wrapper{
Margin: 10px 10px 10px 10px;
}
Untuk penulisan secara bersama urutannya adalah dimulai dari sisi atas lalu sisi kanan kemudian sisi bawah dan terakhir adalah sisi kiri. Begitu juga dengan cara penulisan nilai padding sama seperti diatas. Silahkan anda mencoba mengutak atik sendiri dan lihat hasilnya. Jika masih ada yang dirasa susah dimengerti silahkan tulis aja dikotak komentar saya akan mencoba menjelaskan sebisa saya. sebenarnya kunci keberhasilan belajar memodifikasi template adalah sering berlatih. tidak perlu takut salah toh masih bisa diulang. Ok semangat dalam belajar dan berlatih. bagian berikutnya saya akan menjelaskan bagaimana memodifikasi background dari setiap elemen template minima.
Read More......
04 March, 2009
Lion Papercraft

Looks hows great this papercraft, Lion is the most famous animal from Africa. I think you should make this animal into papercraft model. Below are the link for download the model and assembly guide for lion papercraft
Lion papercraft model
Lion papercraft assembly guide
02 March, 2009
Membuat Template Blog : Bagian Keempat
Dalam bagian keempat ini saya akan membahas mengenai bagian kode HTML template blog. Di bagian sebelumnya saya telah membahas mengenai Kode CSS template blog yang berguna untuk mengatur tampilan/layout template blog. Nah bagian kode HTML berguna untuk mengatur apa saja yang akan kita masukkan ke dalam template blog kita. Bagi anda yang sudah mengenal kode kode HTML bagian ini tidaklah terlalu sulit. Bagi anda yang baru saja atau belum mengenal HTML saya akan mencoba menjelaskannya, semoga penjelasan saya mudah di mengerti.
Sebenarnya seluruh kode kode yang ada diakun blog anda itu adalah merupakan sebuah dokumen HTML, termasuk didalammnya terdapat kode CSS. HTML sendiri adalah sebuah cara penulisan teks-teks agar nantinya apa yang telah kita tuliskan bisa dibaca oleh sebuah browser (baca juga pembahasan mengenai HTML). Dalam sebuah dokumen HTML harus terdapat beberapa bagian seperti berikut:
<html>
<head>
</head>
<body>
</body>
</html>
Beberapa baris kata diatas merupakan tag. Tag saya terjemahkan sebagai sebuah "penanda" dari bagian/elemen dari dokumen HTML dimulai dan diakhiri. Setiap tag harus berpasangan, tag pembuka dan penutup. Penulisan tag diantara tanda "<" dan ">". Untuk tag penutup kita menambahkan tanda "/" sebelum nama tag. Saya akan jelaskan sedikit satu persatu.
Tag <html>
Tag ini menandakan dan memberi tahu browser bahwa apa yang ada di antara tag pembuka dan tag penutup adalah sebuah dokumen HTML.
Tag <head>
Tag menandakan dan memberi tahu browser bahwa apa yang ada diantara tag pembuka dan tag penutup adalah bagian head sebuah dolumen HTML. Dalam dokumen HTML sebuah template blog didalam tag biasanya terdapat deskripsi blog dan kode-kode CSS. Kalau kita ingin menambahkan meta tag disinilah tempatnya.
Tag <body>
Nah tag ini adalah tag yang menandakan isi dari template blog kita. Apa yang ada diantara tag dan adalah isi dari template blog kita, misalnya header, sidebar, main, footer dll. Sekarang kita akan pelajari satu persatu apa saja yang ada di dalam tag . Saya kembali menggunakan template minima sebagai referensi. Tanpa mencentang Expand templatewidget coba cari kode berikut ini:
<body>
<div id='outer-wrapper'><div id='wrap2'>
<!-- skip links for text browsers --> <span id='skiplinks' style='display:none;'> <a href='#main'>skip to main </a> | <a href='#sidebar'>skip to sidebar</a> </span>
<div id='header-wrapper'>
<b:section class='header' id='header' maxwidgets='1' showaddelement='no'> <b:widget id='Header1' locked='true' title='Testpage Two (Header)' type='Header'/> </b:section> </div>
<div id='content-wrapper'>
<div id='main-wrapper'>
<b:section class='main' id='main' showaddelement='no'> <b:widget id='Blog1' locked='true' title='Blog Posts' type='Blog'/> </b:section> </div>
<div id='sidebar-wrapper'>
<b:section class='sidebar' id='sidebar' preferred='yes'> <b:widget id='Profile1' locked='false' title='About Me' type='Profile'/> <b:widget id='BlogArchive1' locked='false' title='Blog Archive' type='BlogArchive'/> <b:widget id='Label1' locked='false' title='Labels' type='Label'/> </b:section> </div>
<!-- spacer for skins that want sidebar and main to be the same height--> <div class='clear'> </div>
</div> <!-- end content-wrapper -->
<div id='footer-wrapper'>
<b:section class='footer' id='footer'> <b:widget id='Text1' locked='false' title='Blogger Template | Bordr' type='Text'/> </b:section> </div>
</div></div> <!-- end outer-wrapper -->
</body>
Untuk kemudahan, abaikan kode-kode yang berwarna abu-abu. Kode-kode itu adalah kode standar dari blogger. Inti dari kode-kode template blog terbagi atas empat bagian:
Perhatikan bahwa semua kode diatas pertama kali dibungkus oleh tag <body> lalu diikuti oleh tag <outer-wrapper>. Tag body merupakan standar dari penulisan kode HTML sedangkan tag outer-wrapper merupakan pembungkus/wrapper terluar. Penggunakan wrapper/pembungkus bertujuan memudahkan pengeditan (menambah atau menghapus elemen/bagian template). Didalam outer-wrapper kita memiliki tiga pembungkus besar, yaitu header-wrapper, content-wrapper, dan footer. Didalam Content-wrapper terdapat elemen main-wrapper dan sidebar-wrapper.
Outer-wrapper, header-wrapper, content-wrapper, main-wrapper, sidebar-wrapper, dan footer-wrapper disebut juga container. Di dalam container ini kita bisa menambahkan widget atau elemen lain. Seperti misalnya didalam header-wrapper
<div id='header-wrapper'>
<b:section class='header' id='header' maxwidgets='1' showaddelement='no'>
<b:widget id='Header1' locked='true' title='Testpage Two (Header)' type='Header'/> </b:section>
</div>
atau didalam main-wrapper
<div id='main-wrapper'>
<b:section class='main' id='main' showaddelement='no'> <
b:widget id='Blog1' locked='true' title='Blog Posts' type='Blog'/> </b:section> </div>
Penambahan widget bisa melalui halaman add page elemen.
Atau jika kita ingin menambahkan elemen lain kedalam salah satu kontainer juga bisa, misalnya kita ingin menambahkan area untuk banner didalam header maka kita tinggal menambahkan saja sebuah kontainer baru dengan menambahkan kode
<div id='banner-wrapper'>
<b:section class='banner' id='banner' preferred='yes'>
</b:section>
</div>
letakkan kode diatas di dalam tag header-wrapper sehingga menjadi seperti ini
<div id='header-wrapper'>
<div id='banner-wrapper'>
<b:section class='banner' id='banner' preferred='yes'>
</b:section>
</div>
<b:section class='header' id='header' maxwidgets='1' showaddelement='no'>
<b:widget id='Header1' locked='true' title='Testpage Two (Header)' type='Header'/> </b:section>
</div>
Yang perlu diingat adalah untuk mengatur posisi/layout dari penambahan kontainer anda harus melakukannya di dalam bagian CSS. Penambahan sebuah kontainer atau elemen didalam bagian kode HTML hanya memberi tahu browser bahwa anda menambahkan sebuah elemen baru.
Silahkan anda mencoba mengutak atik sendiri kode-kode html. baik itu menambah atau mengurangi. dan ingat lebih baik jika anda menggunakan sebuah blog yang khusus untuk latihan atau save dulu template yang lama agar jika terjadi kesalahan anda bisa menggunakan kembali template yang lama.
Bagian berikutnya kita akan langsung aja praktek memodifikasi template. Ok segera meluncur ke bagian berikutnya.
